Masjid Agung Gresik, yang juga dikenal sebagai Masjid Jami' Gresik, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan agama Islam di wilayah Gresik. Masjid ini didirikan pada abad ke-15, sekitar tahun 1421 Masehi, oleh seorang ulama terkenal bernama Maulana Malik Ibrahim. Maulana Malik Ibrahim adalah salah satu penyebar Islam pertama di Nusantara dan dianggap sebagai wali songo (sembilan wali) yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa.
Masjid Agung Gresik awalnya dibangun sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan bagi komunitas Muslim di Gresik. Seiring berjalannya waktu, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang semakin banyak. Arsitektur masjid ini mencerminkan gaya arsitektur tradisional Jawa dengan sentuhan Islam, termasuk penggunaan atap joglo dan ornamen khas Jawa.
Masjid Agung Gresik terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas. Masjid ini diresmikan oleh Bupati Gresik kala itu, yaitu Bapak Drs. KH. Robbach Ma’sum, MM pada tanggal 27 Februari 2004. Dan masjid ini menjadi salah satu masjid yang dibanggakan oleh masyarakat Gresik.
Dilihat dari luar bangunan, masjid ini didominasi warna biru muda dengan ornamen-ornamen cantik berkelir hijau. Masjid yang bernama lain Masjid Agung Syeh Maulana Malik Ibrahim ini terdiri dari tiga lantai, di mana lantai pertama setelah lantai dasar adalah ruang salat utama.
Memasuki masjid, pengunjung akan menemui pintu-pintu dari kayu yang berdiri kokoh dengan hiasan-hiasan kaligrafi. Aksen-aksen bangunan berbentuk kuba-kuba kecil yang berdiri rapi memanjang juga turut berperan mempercantik masjid ini.
Sumber Referensi:
- Lokasi: Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik
- disparbud@gresikkab.go.id - Masjid Jami’ Gresik
- Dokumentasi Facebook